REPRESENTATION OF NATURE IN THE ART OF “BELATIK” AND ITS IMPLICATIONS FOR LITERATURE LEARNING
Downloads
This study aims to explore the meaning of pantun in the “belatik” art of the Jerieng community in Bangka and connect it with the concept of ecocriticism. The focus is to identify representations of ecological concepts, including pollution, wilderness, apocalypse, dwellings, animals, and the earth. The research employed a qualitative approach with ecocritical analysis of data in the form of belatik lyrics, collected through observation and note-taking from live performances, as well as in-depth interviews with belatik artists. The findings reveal that belatik represent five main ecological concepts: pollution, willderness, dwellings, animals, and the earth. These representations are conveyed through natural symbols, references to local flora and fauna, and depictions of the interconnectedness between humans and the environment. The art of belatik serves not only as a form of cultural expression but also as a medium for delivering ecological messages rich in local wisdom. This research underscores the potential of traditional arts as a medium for literary education capable of fostering ecological awareness in society.
AntaraBabel. (2025, August 9). Bangka Barat usulkan dua objek untuk ditetapkan warisan budaya. BabelAntaraNews. https://doi.org/https://babel.antaranews.com/berita/506121/bangka-barat-usulkan-dua-objek-untuk-ditetapkan-warisan-budaya
Arianti, D. (2021). Kearifan lokal dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Linguistik: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 6(1), 115–123.
Arum, A. S., & Endraswara, S. (2023). Ekokritik alam dan manusia dalam antologi geguritan lingkungan air. Jurnal IKADBUDI, 12(1), 46–56.
Barry, P. (2020). Ecocriticism. In Beginning theory (fourth edition) (pp. 248–278). Manchester University Press.
Chasanah, A. (2025). Representasi Alam dalam Puisi Modern: Diponegoro Kajian Ekokritik terhadap Simbolisme Lingkungan. Journal of Language, Literature and Regional Education, 1(02), 47–52.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.
Darihastining, S., Chalimah, C., & Rizka, A. M. (2023). Media Poster Digital Etnobotani Wujud Sesaji pada Sastra Pentas Sebagai Bahan Ajar Mapel Bahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas X di SMK Darul Ulum 1 Peterongan Jombang. ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 3(2), 250–261.
Darman, F. (2017). Representasi Manusia dan Alam dalam Puisi Aku, Hutan Jati, dan Indonesia Karya Yacinta Kurniasih [Human and Nature Representation in “Aku, Hutan Jati, and Indonesia” by Yacinta Kurniasih]. Totobuang, 5(2), 243–254.
Diba, F., Arbiastutie, Y., Darwati, H., Masriani, M., & Astri, A. (2024). Potensi Tumbuhan Obat Dari Hutan Mangrove Kalimantan Barat Untuk Agripreneur Masyarakat Sekitar Hutan. Prosiding Seminar Nasional Pertanian, 1, 75–84.
Endraswara, S. (2016). Metodologi Penelitian Ekologi Sastra. Media Pressindo.
Ernalida. (2024). Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal. In PENGEMBANGAN BAHAN AJAR: TEORI DAN PRAKTIK (p. 101).
Faizah, D. A. (2024). Representasi Alam dan Lingkungan pada Cerita Jagapati Bumi sebagai Media Edukasi Ekologis bagi Remaja. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 433–450.
Garrard, G. (2004). Ecocriticism. Routledge.
Hafizah, H., Rahmat, A., & Rohman, S. (2022). Pembelajaran sastra anak dalam membentuk karakter di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Metalingua, 7(2), 137–144.
Hatima, Y., Ummah, I., & Saputra, E. E. (2025). Integrasi Nilai Kearifan Lokal Budaya Sunda dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia melalui Pendekatan Sastra di Sekolah Dasar. Sulawesi Tenggara Educational Journal, 5(1), 484–492.
Helmiani, H., Juanda, J., & Saguni, S. S. (2021). Representasi Alam dan Manusia dalam Novel Anak-Anak Pangaro Karya Nur Urnoto El Banbary (Tinjauan Ekokritik). Indonesian Journal of Social and Educational Studies, 2(2).
Hestiyana, H. (2021). Kearifan Ekologis Dalam Cerita Rakyat Dayak Bakumpai: Kajian Ekokritik. SUSASTRA: Jurnal Ilmu Susastra Dan Budaya, 10(2), 82–91.
Ibda, H., & Wijayanti, D. M. (2023). Pembelajaran sastra anak berbasis kearifan lokal indonesia: tinjauan literatur sistematis. As-Sibyan, 6(2), 64–89.
Ibrahim, I. (2015). Dampak penambangan timah ilegal yang merusak ekosistem di Bangka Belitung. Jurnal Hukum Dan Bisnis (Selisik), 1(1), 76–89.
Karlina, E. M. (2025). Ekokritisisme Dalam Cerpen Kontemporer Indonesia: Menelusuri Jejak Sastra Hijau. PIJAR: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 3(2), 241–254.
Latifah, N., & Supriadi, O. (2023). Nilai Etika Lingkungan dalam Kumpulan Cerpen yang Lebih Bijak daripada Peri Karya Rizqi Turama (Pendekatan Ekologi Sastra). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 9(1), 38–48.
Man, M. A.-F. C., & Jalaluddin, N. H. (2022). FENOMENA ALAM DALAM PANTUN MELAYU.
Manik, J. D. N. (2014). Kebijakan pertambangan laut timah yang berdampak pada lingkungan. Promine, 2(2).
Manuaba, I. B. P., Dewi, T. K. S., & Kinasih, S. E. (2012). Mitos, masyarakat adat, dan pelestarian hutan. Atavisme, 15(2), 235–246.
Mariyana. (2019, February 11). Belatik. Budaya Indonesia. https://doi.org/https://budaya-indonesia.org/Belatik-DaftarSB19
Meidiani, N. M., Fajriani, A., Suardiani, N. P., Dwipayani, N. M. A., Arthaningsih, N. K. J., Putrayasa, I. B., & Sudiana, I. N. (2025). PENGEMBANGAN BAHAN AJAR APRESIASI SASTRA ANAK DI SEKOLAH DASAR. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02), 285–296.
Mustado, M., Setyadiharjo, R., Irawan, D., & Patria, R. (2023). Lipatan Alam Bahari di Dalam Pantun Melayu. Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(2).
Nakti, E. K. M., & Wirawan, A. K. (2025). Representasi Alam dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk serta Peranannya sebagai Ruang Pembelajaran Ekologis. Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 4(2), 124–143.
Oktaviana, N., Dewi, D. W. C., & Luthfiyanti, L. (2025). Representasi Sungai dalam Cerita Rakyat Kalimantan Selatan (Kajian Ekologi Sastra): River Representation in South Kalimantan Folklore (A Study of Literary Ecology). LOCANA, 8(1).
Pamungkas, O. Y., Hastangka, H., Sudigdo, A., Fathonah, S., Fauzan, A., & Suroso, E. (2022). Representasi lingkungan dalam sastra Indonesia: Tinjauan literatur review. Jurnal Kridatama Sains Dan Teknologi, 4(02), 230–239.
Purwaningsih, L., Sudibyo, A., & Isnaini, H. (2023). Problematika pada pembelajaran apresiasi sastra. Metonimia: Jurnal Sastra Dan Pendidikan Kesusastraan, 1(2), 69–73.
Putri, A. A., Riyadi, A. R., & Mulyasari, E. (2024). PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PANTUN DI SEKOLAH DASAR. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 9(3), 1–7.
Ramadhani, A. R., Fitriani, Y., Utami, P. I., Hafizuddin, M., & Aisyah, S. N. (2025). Representasi Etika Lingkungan dan Nilai Kearifan Ekologis pada Cerita Rakyat Bali. Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia), 15(2), 13–28.
Resman, R. M., & Rumadi, H. (2022). Gambaran Alam dalam Pantun Rantau Kuantan. Berasa, 2(1), 23–34.
Rizal, M., Adzhani, S. A., & Adila, W. (2022). Kearifan Ekologis dalam Cerita Rakyat Kalimantan Tengah: Kajian Ekokritik. Suar Betang, 17(2), 151–160.
Safitri, D., Harefa, E., Salsabila, S., & Dora, N. (2025). Local Knowledge Etnik Melayu dalam Mitigasi Bencana Alam. Formatif: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 1(02), 11–21.
Setiaji, A. B. (2020). Representasi dan Nilai Kearifan Ekologi Puisi “Hujan Bulan Juni” Karya Sapardi Djoko Damono (Ekokritik Greg Garrard). Lingue: Jurnal Bahasa, Budaya, Dan Sastra, 2(2), 105–114.
Setyadiharja, R., & Setyadiharja, R. (2024). PANTUNESIA: PRESERVATION AND LEARNING PANTUN BY USING TECHNOLOGY. Sanggam, 1(1), 11–26.
Sholihah, R. Y., Utami, U. P., & Rohmalita, V. S. (2021). Sastra Hijau Penyelamat Bumi. BASA Journal of Language & Literature, 1(2), 42–49.
Sihombing, L. (2024). Kajian Ekologi Sastra Lisan Dalam Cerita Rakyat Aek Sipanggolu di Kabupaten Humbang Hasundutan. Jurnal Bahasa Daerah Indonesia, 1(1), 7.
Subhan, H. A. (2023). Gerakan sosial berbasis adat (studi pada resistensi masyarakat Simpang Teritip terhadap hutan tanaman industri di Bangka Barat). Universitas Bangka Belitung.
Sukmawan, S. (2015). Sastra lingkungan: Sastra lisan Jawa dalam perspektif ekokritik sastra. Universitas Brawijaya Press.
Tanduk, R. (2024). Kemampuan Peserta Didik Memahami Puisi Rakyat Melalui Pendekatan Etnopedagogik. Kemampuan Peserta Didik Memahami Puisi Rakyat Melalui Pendekatan Etnopedagogik.
Ulfah, M., Rohmawati, I., & Aprilia, D. (2017). Pemaknaan masyarakat promasan tentang fungsi ekologis hutan di Wilayah Gunung Ungaran. Bioma: Jurnal Ilmiah Biologi, 6(1).
Umsyani, R. A., Nensilianti, N., & Saguni, S. S. (2021). Relasi manusia dengan nilai kearifan ekologis dalam sastra lisan mantra masyarakat Bugis: Kajian ekokritik Glotfelty. SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities, 1(2), 81–92.
Utami, H. R. (2024). Transformasi karya sastra berbasis kearifan lokal di era VUCA. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 20, 401–409.
Widiastuti, R., Faizah, H., & Elmustian, E. (2024). Potensi Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Untuk Membangun Karakter Peserta Didik: The Potential of Local Wisdom in Language and Literature Learning to Build Student Character. Anterior Jurnal, 23(3), 134–144.
Yakob, M., Nucifera, P., & Hidayat, M. T. (2023). The development of digital teaching materials for writing pantun based on Aceh’s local wisdom. DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik, 7(2).
Yusari, N. I. (2021). Eksistensi Pantun Sebagai Dampak Ekologis Dan Bentuk Tradisi Ekspresif Masyarakat Melayu: Tinjauan Antropolinguistik. Jurnal Sasindo UNPAM, 9(2), 17–34.
Copyright (c) 2025 Muhammad Zakiul Fikri, Ernalida

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

